Tugas ke 8 laporan bacaan
Laporan bacaan Hendra 11901231
Identitas buku
Nama Jurnal : Tarbawi, Jurnal Pendidikan Islam
Judul Jurnal : Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran
Penulis : Janawi’
Tahun Terbit : 2019
1. Hakekat Anak Didik
Undang-Undang Sistem Pendidkan Nasional ini menjadi barometer keberhasilan pembelajaran dan dunia pendidikan nasional. Artinya, sistem pendidikan nasional bertanggung jawab dalam menentukan masa depan anak-anak. Masa depan mereka akan menentukan masa depan bangsa. Untuk itu, memahami anak didik perlu dilakukan secara komprehensif. Dalam pendekatan pembelajara modern, anak bukanlah obyek pembelajaran. Anak menjadi faktor penting pembelajaran dan sekaligus menjadi subyek pembelajaran. Anak mengikuti pembelajaran dan sekaligus berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran. Kerangka ideal tersebut tercapai apabila pembelajaran dilakukan oleh tenaga pendidik profesional.
Profesi atau jabatan guru “guru yang baik” sebagai pendidik di sekolah sebenarnya tidak dapat dipandang ringan, karena tugas pendidik menyangkut berbagai aspek kehidupan serta menuntut tanggung jawab moral yang berat. Raharjo menyatakan bahwa guru sebagai profesi memiliki karakteristik profesional minimum dan berdasarkan sintesis temuan-temuan penelitian.
Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa peserta didik memiliki karakteristik serdiri. Ia berbeda antara satu dan lainnya. Peserta didik kembar identikpun memiliki perbedaan, meskipun ia memiliki banyak kesamaan. Untuk mengetahui karakteristik peserta didik ini, pendidik harus memahami dan menguasai teori-teori psikologi seperti psikologi belajar, psikologi pendidikan, psikologi perkembangan, psikologi kepribadian, dan berbagai pendekatan lain yang dapat memaksimalkan perhatian terhadap peserta didik. Salah satu tugas yang perlu dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran adalah mengetahui karakteristik anak didiknya. Ini penting dilakukan untuk memudahkan guru melaksanakan pembelajaran.
Perkembangan selanjutnya, guru dapat merencanakan sekenario pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak. Bila kondisi tersebut terjadi, pelaksanaan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan baik, sedangkan efiesien dalam mencapai tujuan pembelajaran dalam waktu yang relatif singkat.
Bila kita amati, pembahasan pembelajaran selama ini paling tidak terkonsentrasi pada dua kerangka pandangan pembelajaran, yaitu konstruktivisme dan behaviorisme. Kedua pandangan tersebut berbeda pada sudut pangan, sehingga produk pandanganpun mengalami deferensiasi. Menurut Arends & Kilcher, pembelajaran selama ini banyak berorientasi pada paradigma behaviorisme. Behaviorisme lebih memfokuskan pada terjadinya perubahan perilaku yang secara kasat dapat diamati. Pandangan behaviorisme menganggap bahwa pengetahuan peserta didik seolah-olah sebagai dari guru. Secara akumulatif, pengetahuan yang dimiliki guru ditransfer menjadi sesuatu yang sama dengan pengetahuan yang dimiliki anak .
Dengan demikian, indikator utama keberhasilan poses pembelajaran anak pada perspektif ini adalah behavioral changing. Perubahan-perubahan yang terjadi pada anak dapat diobservasi oleh guru secara berkesinambungan. Namun beberapa kelemahan mendasar pada pandangan ini di antaranya, guru agak kesulitan dalam memahami emosi, penalaran, pemecahan masalah, dan kemampuan berfikir kritis. Perubahan yang mudah diamati merupakan perubahan yang ditampakkan dalam perbuatan . Sedangkan perubahan yang bersifat psikologis lebih sulit diamati. Di samping itu, pandangan behaviorisme lebih mementingkan keseragaman di kelas.
2. Peran Guru dalam Memahami Karakteristik Peserta Didik
Tenaga pendidik memegang peran penting dalam proses pembelajaran di kelas dan bahkan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di sebuah sekolah, daerah, dan nasional. Guru sebagai komponen kunci dalam proses pendidik dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang mendidik. Peran besar inilah yang dituntut dari guru, khususnya dalam pembentukan karakter anak maupun karakter bangsa.
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam memahami karakteristik anak didik, yaitu:
a. a. Membangun komunikasi verbal
Komunikasi verbal perlu dilakukan pada setiap kesempatan dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Komunikasi verbal diakukan dengan melibatkan peserta didik secara langsung. Pelibatan peserta didik dilakuka dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan interaktif yang beragam, namun pertanyaan-pertanyaan tersebut masih dalam lingkup partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran.
b. b. Menjadi figur yang baik
Figur yang baik akan menjadi teladan bagi peserta didik. Ia memiliki beberapa kriteria seperti rasa optimis, komunikatif, memiliki charisma, dan perduli dengan lingkungan sekitar, termasuk dunia anak-anak. Beberapa kriteria tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam memahami karakter peserta didik.
c. c. Berhati-hati dalam menyimpulkan karakter peserta didik
Pendidik perlu bersikap hati-hati dalam mengambilkan sebuah kesimpulan, apalagi kesimpulan tersebut mengarah pada upaya memahami karakter peserta didik.
d. d. Mengenal tanda-tanda keanehan peserta didik
Tanda-tandan yang dimaksud disini adalah tanda fisik maupun non fisik.
e. e. Bersifat terbuka
Bersikap terbuka menjadi sikap penting dimiliki oleh pendidik. Bersikap terbuka pada peserta didik berarti memberikan peluang secara luas untuk memahami karakter anak. Dengan sikap terbuka, pada umumnya anak didik akan bersikap terbuka pada pendidik.
3. Indikator Penting Karakteristik Peserta Didik
Sebagaimana telah diulas sebelumnya, bahwa peserta didik memiliki karakteristik tersendiri. Potensi yang dimiliki peserta didik dapat dikembangkan apabila tenaga pendidik dapat memahami perbedaan-perbedaan tersebut. Walaupun Dalam sistem Pendidikan nasional, sistem klasikal masih menjadi ciri utama, namun tuntutan untuk memahami karakter dan perbedan potensi anak semakin dituntut.
Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik apabila guru mampu memahami karakter anak dengan dengan baik. Karakter penting yang perlu dipahami dalam proses pembelajaran diantaranya adalah:
a. a. Mengidentifikasi karakter fisik dan non fisik anak didik di kelas.
Anak merupakan individu yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan mengarah pada fisik, sedangkan perkembangan mengacu pada fungsi-fungsi organ dan non fisik.
Karakter fisik merupakan sesuatu ciri yang mudah diamati, seperti ciri-ciri fisik . Dalam proses pembelajaran, tenaga pendidik tidak boleh melalaikan unsur tersebut. Karena unsur itu akan berimplikasi pada pengelolaan kelas yang pada akhirnya berdampak pada pencapaian tujuan belajar. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak selalu linear. Pada beberapa kasus, pertumbuhan dan perkembangan mengalami keterlambatan atau ketidakseimbangan, seperti sosio emosional anak.
b. b. Mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya.
Anak memiliki karakteristik tersendiri dalam belajar. Karakteristik ini tidak lepas dari beberapa hal seperti bakat, minat, lingkungan anak, gaya belajar, intlegensia anak, dan lainnya.
c. c. Memastikan semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam paradigma Pendidikan modern, guru bukan lah «pengajar», tetapi guru adalah fasilitator dan motivator. Pendidik profesional harus mampu memberi peran besar sebagai fasilitator. Tenaga pendidik memberikan kesempatan yang sama kepada anak didik, agar anak didik dapat berpartisipasi secara maksimal dalam proses pembelajaran.
d. d. Mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.
4. Mengembangkan Karakteristik Pembelajaran yang Mendidik
Para praktisi pembelajaran terus berupaya mengembangkan model-model pembelajaran yang mampu mengoptimalkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Sebagaimana disebutkan di awal, indikator karakteristik anak dapat ditinjau dari beberapa factor. Faktor utama dapat dilakukan melalui;
Pertama, mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya. Walaupun sistem pembelajaran kita masih menganut sistem klasikal, namun karakteristik perbedaan dan persamaan individual penting diperhatikan oleh guru. Identifikasi tidak hanya tertumpu pada aspek fisik, seperti berat badan, jenis kelamin, kelainan fisik, namun identifikasi nonfisik tidak dapat diabaikan. Karakteristik nonfisik dapat berupa mental, emosional, potensi/bakat, termasuk disabilitas mental.
Kedua, semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kesempatan diberikan kepada semua peserta dalam proses pembelajaran. Guru perlu menjamin untuk tidak adanya deskriminasi perlakuan dalam proses pembelajaran. Untuk mewujudkan ini, guru perlu menggunakan berbagai pendekatan, metode, dan model-model
Ketiga, mengelola kelas. Penempatan kursi akan lebih berarti bagi terciptana pembelajaran yang baik. Kelas perlu mempertimbangkan jumlah peserta didik, materi, dan metode yang akan digunakan. Hendaknya, format kursi danlam ruangan dapat dirubah. Bahkan pembelajaran tidak selamanya dilakukan dalam kelas. Penempatan kursi dapat berpengaruh pada partisipasi belajar anak. Pengaturan kursi semakin dibutuhkan apabila ada peserta didik mengalami kelainan fisik. Hal-hal yang seperti ini kurang diperhatikan dalam proses pembelajaran. Padahal, prinsip pembelajaran modern adalah memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Keempat, mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik. Guru tidak hanya menyampaikan pembelajaran yang bersifat kognitif. Guru perlu memperhatikan kelainan perilaku anak, guru juga harus bertindak sebagai konselor, penyimpangan perilaku tidak dapat dibiarkan, penyimpangan perilaku perlu diobservasi dan didiagnostik, serta konseling.
Kelima, membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik. Potensi anak didik dapat dilakukan dengan melakukan berbagai tes kepribadian dan tes bakat minat. Namun persoalan besar dalam system pembelajaran kasikal, potensi, bakat dan minat kurang dieksplorasi sebagai penciri karakteristik anak.
Keenam, memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu. Kelemahan fisik dapat diantisipasi melalu pengaturan kelas yang beorientasi pada kebutuhan anak. Bila ini diabaikan, maka anak yang mengalami kelainan fisik sulit mengikuti aktivitas pembelajaran. Dampaknya, peserta didik tersebut termarginalkan . Banyak kejadian dalam dunia penddikan, sikap malu, takut, dan merasa tersisih, diakibatkan oleh perilaku teman kelas.
Kenam, faktor diatas menjadi signfikan untuk diperhatikan guru. Di samping itu, Perubahan paradigma pembelajaran dijadikan sebagai langkah inovatif. Perubahan paradigma dilakukan seiring dengan perubahan era dan kemajuan teknologi. Perubahan paradigma dikonstruksikan sebagai upaya melakukan perubahan proses pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar