Tugas ke 6 laporan bacaan
Laporan bacaan Hendra 11901231
Identitas buku
Nama Buku : Manajemen Sekolah Berbasis ICT
Penulis : Nurdyansyah dan Andiek Wibowo
Di Terbitkan : Nizamia Learning Center
Tahun Terbit : 2017
A. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah
1. Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah
Secara Ontologis manajemen sekolah dan manajemen pendidikan mempunyai pengertian yang sama. Masing-masing memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. Secara khususu ruang lingkup manajemen pendidikan juga merupkan ruang lingkup bidang garapan manajemen sekolah. Demikian pula proses kerjanya melalui fungsi yang sama pula.
Nurdyansyah (2015: 2) “Proses pembelajaran melibatkan berbagai pihak, tidak hanya melibatkan pendidik dan siswa. Namun, peran dari bahan ajar juga sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran”.
Manajemen Sekolah bermutu merupakan salah satu model pengelolaan yang memberikan otonomi kepada madrasah atau kepala sekolah untuk pengambilan Pengambilan Kebijakan partisipatif secara langsung sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.
2. Konsep Manajemen Sekolah bermutu
Pada konsep Manajemen Sekolah bermutu, manajemen hubungan sekolah dengan orang tua wali murid diharapkan berjalan dengan selaras dan beriringan. Hubungan yang harmonis membuat masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memajukan sekolah. Penciptaan hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat dan stakeholder. Gambaran yang jelas dapat diinformasikan kepada masyarakat umum melalui laporan kepada orang tua wali murid, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah murid, penjelasan dari staf sekolah, dan laporan tahunan sekolah.
Berdasarkan fungsi pokoknya, istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama, yaitu:
a. Merencanakan(planning),
b. Mengorganisasikan (organizing),
c. Mengarahkan (directing),
d. Mengkoordinasikan (coordinating),
e. Mengawasi (controlling),
f. Mengevaluasi (evaluation).
B. Prinsip Manajemen Sekolah
Dalam mengembangkan sekolah perlu adanya Teori dan konsep yang matang dan terencana untuk digunakan dalam mengelola sekolah. Pengembangan tersebut didasarkan pada empat prinsip, yaitu:
1. Equifinality
2. Decentralization
3. Self-Management System
4. Human Initiative
C. Ruang Kajian Manajemen Sekolah
Untuk mengetahui ruang lingkup Manajemen Sekolah dalam pendidikan, dapat dilihat dari 4 sudut pandang, yaitu; dari sudut obyek garapan, fungsi atau urutan kegiatan, wilayah kerja, dan pelaksana.
1. Berdasarkan Obyek Garapan
Ruang Lingkup Menurut Objek Garapan adalah Seluruh aktifitas manajemen sekolah secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan mendidik di sekolah, yaitu:
a. Manajemen Peserta Didik
b. Manajemen personil sekolah
c. Manajemen Kurikulum
d. Manajemen sarana dan prasarana
e. Manajemen tatalaksana
f. Manajemen pembiayaan/Keuangan
g. Manajemen organisasi
h. Manajemen humas dan kerjasama.
2. Berdasarkan Fungsi Manajemen
Menurut beberapa ahli manajemen, fungsi manajemen dapat dijelaskan sebagaimana dalam rumusan Suharsimi Arikunto & Lia Yuliana (2008), yaitu:
a. Perencanaan;
b. Pengorganisasian;
c. Pengarahan;
d. Pengkoordinasian;
e. Pengkomunikasian;
f. Pengawasan.
3. Berdasarkan Wilayah Kerja
a. Manajemen Pendidikan Seluruh Negara
b. Manajemen Pendidikan Satu Provinsi
c. Manajemen Pendidikan satu kabupaten/kota
d. Manajemen Pendidikan Satu Unit Kerja
4. Berdasarkan Pelaksana
Pelaksana manajemen di pusat-pusat latihan mempunyai peranan dan tugas seperti pelaksana di sekolah, seperti Kepala sekolah, staf tata usaha, Pendidik dan orang-orang yang bekerja di kantor-kantor pendidikan dan pusat-pusat latihan atau kursus. Pelaksanaan manajemen di kantor pendidikan biasanya agak berbeda dengan manajemen di sekolah. Pelaksana manajemen di kantor-kantor pendidikan merupakan pelayanan tidak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Kegiatannya adalah menPendidiks kurkulum, sarana, personil, Peserta didik, biaya dll kegiatan yang bersifat memperlancar pekerjaan Pendidik dan Peserta didik yang terlibat langsung dalam kegiatan mendidik.
D. Fungsi-Fungsi Menajemen
Fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi-fungsi manajemen diantaranya dibagi menjadi enam macam fungsi, yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan tindakan awal dalam proses manajemen. Menurut Robbins (2011:16) perencanaan adalah proses menentukan tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan. Mondy dan Premeaux menjelaskan bahwa “Perencanaan adalah proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mencapainya”.
Dengan perencanaan yang dibuat akan dapat mengkoordinir berbagai kegiatan, mengarahkan para manajer dan pegawai kepada tujuan yang akan dicapai. Kemana mereka akan pergi, apa yang mereka harapkan dari semua itu sehingga berkontribusi terhadap pencapaian tujuan, maka mereka seharusnya berkoordinasi, bekerjasama dan sama-sama bekerja.
Tidak itu saja perencanaan adalah konsep matang yang harus dapat melihat sepuluh tahun kedepan, dua puluh tahun kedepan apa dan bagaimana gambaran yang diinginkan. Dengan perncanaan itu kita dapat menentukan job describtion masingmaing unit dan bidang yang ada dalam organisasi kita.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Organisasi adalah berkumpulnya sejumlah orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah rencana disusun oleh manajer atau kepala sekolah dan tim, maka tugas selanjutnya adalah mengorganisir sumber daya manusia dan sumber daya fisik, sehingga dapat termanfaatkan secara tepat.
Sedangkan pengorganisasian (organizing) adalah proses di mana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas mengkoordinasa hasil-hasil yang akan dicapai sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.
Jadi proses pengorganisasian adalah kegiatan menempatkan seseorang dalam struktur organisasi sehingga memiliki tanggung jawab, tugas dan kegiatan yang berkaitan dengan fungsi organisasi dalam pencapaian tujuan yang disepakati bersama melalui perencanaan.
3. Menggerakkan (Actuating)
Menggerakkan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Sehingga dapat terlaksana dengan baik. Dalam konteks Actuating diperlukan kerja praktis dan aksi nyata, tidak memerlukan konsep namun harus berjalan sesui dengan perncanaan yang telah ditetapkan.
4. Kepemimpinan (Leadership)
Mondy dan Premeaux (2012:65) menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan pemimpin untuk mereka lakukan. Jadi kepemimpinan berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain, karena itu intinya adalah hubungan antar manusia. Gaya kepemimpinan paling tidak ada empat, yaitu:
a. Pemimpin Otokratik: menyuruh para bawahannya melakukan sesuatu dan diharapkannya tanpa boleh ada pertanyaan.
b. Pemimpin Partisipatif: selalu melibatkan bawahannya dalam pengambilan Pengambilan Kebijakan tetapi otoritas akhirnya sering berada di tangan pimpinan.
c. Pemimpin Demokratis: selalu mencoba memperhatikan dan melakukan apa yang diinginkan kebanyakan bawahannya.
d. Pemimpin yang Membebaskan Bawahan (Laissez Faire): pemimpin seperti ini cenderung tidak melibatkan diri kepada pekerjaan-pekerjaan bawahan atau bagian. Biasanya gaya pemimpin seperti ini hanya mungkin dilakukan mpeserta didikala staf atau bawahannya yang ahli dan professional.
5. Pengawasan (Controlling)
Fungsi pengawasan mencakup semua aktifitas yang dilakspeserta didikan oleh manager dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncpeserta didikan.
6. Penyusunan (Staffing)
Penyusunan disini termasuk perekrutan karyawan, pemanfaatan sarana dan prasarana, pelatihan, pendidikan dan pengembangan sumber daya karyawan tersebut dengan efektif.
Komentar
Posting Komentar